Jagung Manis Langkahan Kembali Masuk Pasar Panton Labu, Pedagang Harap Produk Lokal Terserap MBG

Ditulis oleh

di

Jagung Manis Langkahan Kembali Masuk Pasar Panton Labu, Pedagang Harap Produk Lokal Terserap MBG

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Jagung manis dari Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, kembali dipasarkan di Pasar Panton Labu setelah sempat terhenti akibat banjir yang berdampak terhadap aktivitas pertanian. Pedagang berharap produksi petani lokal mendapat pasar yang lebih luas, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejumlah pedagang di Pasar Panton Labu mulai menjual jagung manis hasil panen Langkahan dalam beberapa hari terakhir. Kembalinya pasokan lokal tersebut terjadi setelah sebelumnya pedagang mengandalkan jagung dari luar daerah.

“Ini baru beberapa hari jagung manis lokal dari Langkahan kami jual. Biasanya kami harus mengambil pasokan dari Medan karena stok lokal sempat terhenti akibat banjir,” kata Nurdin, pedagang di Pasar Panton Labu, Selasa (6/10/2026).

Menurut Nurdin, pasokan dari Langkahan kini mulai tersedia kembali setelah petani kembali melakukan aktivitas produksi.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh Utara sebelumnya turut memengaruhi sektor pertanian. Kondisi tersebut membuat pasokan sejumlah komoditas dari petani lokal berkurang sehingga pedagang harus mendatangkan barang dari daerah lain.

Pedagang lainnya, Ramli, berharap kembalinya produksi jagung dari Langkahan dapat diikuti dengan kepastian pasar bagi petani.

“Kita sangat berharap ke depan seluruh jagung manis yang dipasarkan di sini benar-benar berasal dari daerah kita sendiri,” ujar Ramli.

Dia juga meminta pemerintah daerah dan dinas terkait membuka peluang agar produk pertanian lokal dapat dipasok untuk kebutuhan dapur program MBG.

“Kami meminta pemerintah dan dinas terkait bisa memfasilitasi agar dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menampung dan menyerap produk-produk pertanian lokal kita,” katanya.

Menurut Ramli, penyerapan produk lokal melalui pasar maupun program pemerintah dapat menjadi alternatif bagi petani untuk memasarkan hasil panen mereka.

Namun, mekanisme pengadaan bahan pangan untuk program MBG tetap perlu mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Kembalinya jagung manis Langkahan ke Pasar Panton Labu menjadi salah satu perkembangan dalam pemulihan aktivitas pertanian masyarakat setelah banjir. Pedagang berharap produksi lokal dapat terus berjalan sehingga kebutuhan pasar tidak kembali bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Selain menjaga ketersediaan komoditas di pasar, keberlanjutan produksi juga dinilai penting bagi petani yang menggantungkan pendapatan dari hasil pertanian.***

Editor : Syahrul Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *