Harga Kacang Panjang Melonjak di Aceh Utara, Petani Gagal Panen Jadi Penyebab

Ditulis oleh

di

Harga Kacang Panjang Melonjak di Aceh Utara, Petani Gagal Panen Jadi Penyebab


ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Harga kacang panjang di Pasar Tradisional Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, mengalami lonjakan drastis dalam sebulan terakhir. Dari harga sebelumnya Rp 5.000 per kilogram, kini mencapai Rp 16.000 hingga Rp 18.000 per kilogram.

Pantauan Pasesatu.com pada Jumat (11/7/2025), sejumlah pedagang mengakui bahwa kenaikan harga ini sangat signifikan dibandingkan harga normal. Lonjakan tersebut diduga kuat dipicu oleh berkurangnya pasokan akibat faktor cuaca ekstrem yang melanda sejumlah sentra pertanian sayur mayur di wilayah Aceh.

Salah satu pedagang sayuran di pasar tersebut, Hasbi, menjelaskan bahwa cuaca buruk yang terjadi belakangan ini telah menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen. Dampaknya, suplai kacang panjang dari petani ke pasar menjadi terbatas.

“Cuaca buruk membuat banyak petani gagal panen. Akibatnya, pasokan ke pasar sangat berkurang, dan itu yang menyebabkan harga kacang panjang naik tajam,” ungkap Hasbi kepada Pasesatu.com.

Menurut Hasbi, kondisi ini juga memaksa para pedagang untuk menyesuaikan harga jual di tingkat konsumen, mengingat harga dari tingkat agen atau pengepul juga mengalami kenaikan yang signifikan.

Di tengah kenaikan harga, sejumlah konsumen mengaku masih bisa menerima perubahan tersebut. Fera (35), seorang ibu rumah tangga warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, menyatakan bahwa meski harga kacang panjang melonjak, ia tetap membeli karena kebutuhan rumah tangga.

“Iya, memang harganya naik, tapi yang penting barangnya masih tersedia. Lagi pula, ini bisa jadi kabar baik buat petani lokal agar tetap semangat bertani,” ujarnya.

Lonjakan harga sayuran seperti kacang panjang tidak hanya berdampak pada pedagang dan pembeli langsung, tetapi juga pada pelaku usaha kuliner kecil seperti warung makan dan pedagang sayur keliling. Mereka terpaksa menyesuaikan strategi penjualan agar tidak merugi, tanpa harus menaikkan harga secara signifikan di tengah daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya.

Dinas Pertanian Aceh Utara hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi terkait gagal panen dan dampaknya terhadap harga sayur-mayur lokal.(*) 

Editor: Syahrul Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *