“BNN Ungkap Jaringan Narkotika Besar di Aceh, Ratusan Kilogram Ganja dan Sabu Disita”
“BNN Ungkap Jaringan Narkotika Besar di Aceh, Ratusan Kilogram Ganja dan Sabu Disita”
PASE SATU | JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia. Dalam berbagai operasi yang dilakukan sepanjang Februari 2025, Aceh menjadi salah satu wilayah dengan pengungkapan kasus narkotika terbesar.
Beberapa jaringan narkoba yang beroperasi di wilayah tersebut berhasil dibongkar, dengan barang bukti dalam jumlah besar serta penangkapan puluhan tersangka.
Modus Penyelundupan Beragam, Aceh Jadi Pusat Peredaran Narkotika
BNN mencatat bahwa sindikat narkotika menggunakan berbagai modus untuk menyelundupkan barang haram dari Aceh ke berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu kasus yang berhasil diungkap adalah penyelundupan sabu melalui jasa ekspedisi. Pada 1 Februari 2025, petugas BNN Provinsi Aceh berhasil mengamankan sebuah paket ekspedisi yang berisi vacuum cleaner, namun setelah diperiksa, ditemukan sabu seberat 1 kg yang akan dikirim ke Palu, Sulawesi Tengah.
Dua tersangka, MK dan RS, ditangkap di Aceh Utara, sementara seorang tersangka lainnya yang diduga berada di Malaysia masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Selain itu, modus penyelundupan narkoba dalam tangki bahan bakar kendaraan juga menjadi perhatian.
Pada 5 Februari 2025, petugas BNN bersama Bea Cukai menggagalkan penyelundupan sabu seberat hampir 11 kg yang disembunyikan di dalam tangki bahan bakar sebuah mobil yang melintas dari Aceh menuju Sumatera Utara.
Operasi ini juga mengungkap jaringan sindikat narkotika yang dikenal dengan nama “Kelompok Gagak Hitam.”
Penggerebekan Gudang Narkoba di Aceh, Ratusan Kilogram Ganja dan Sabu Diamankan
Tidak hanya sabu, Aceh juga menjadi pusat peredaran ganja dalam jumlah besar. Pada 6 Februari 2025, petugas BNN Provinsi Aceh menyita 180,85 kg ganja dari dua tersangka yang hendak mengirim barang haram tersebut ke wilayah Sumatera.
Keberhasilan ini berawal dari laporan masyarakat yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar sebuah jembatan di Aceh Utara.
Pengungkapan yang lebih besar terjadi pada 7 Februari 2025, ketika BNN menemukan sebuah gudang penyimpanan narkotika di tengah perkebunan sawit di Buket Jeurat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita 19,08 kg sabu dan 112,53 kg ekstasi yang rencananya akan diedarkan ke wilayah Sumatera dan Jawa.
Barang bukti ini ditemukan setelah BNN menangkap seorang kurir berinisial H, yang diketahui membawa narkotika atas perintah seorang bandar besar yang hingga kini masih buron di Malaysia.
Jaringan Aceh-Medan Dibongkar, Ratusan Kilogram Ganja Gagal Beredar
BNN juga menggagalkan upaya penyelundupan ganja dari Aceh ke Medan dalam jumlah besar. Pada 15 Februari 2025, petugas berhasil menyita 128,56 kg ganja yang dikemas dalam karung dan diselundupkan melalui dua mobil menuju Kota Medan. Dalam operasi ini, lima tersangka diamankan.
Selain itu, pada 20 Februari 2025, BNN kembali melakukan penggerebekan di Medan terhadap sebuah kendaraan yang membawa 433 kg ganja asal Aceh.
Empat tersangka ditangkap dalam operasi ini, termasuk dua orang yang bertugas sebagai pengirim narkotika.
BNN Tegaskan Komitmen Perangi Narkotika
Keberhasilan BNN dalam mengungkap berbagai kasus narkotika yang melibatkan Aceh menunjukkan bahwa wilayah ini masih menjadi titik utama dalam jalur peredaran narkoba di Indonesia.
Para sindikat narkotika terus berinovasi dengan berbagai modus penyelundupan yang semakin canggih, mulai dari jasa ekspedisi, penyelundupan melalui tangki bahan bakar, hingga penyimpanan di lokasi-lokasi terpencil.
Untuk memutus mata rantai peredaran narkotika, BNN tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri aliran dana yang digunakan dalam bisnis ilegal ini.
Hingga awal 2025, BNN telah menangani 12 kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berkaitan dengan narkotika, dengan nilai aset yang disita mencapai 100 miliar rupiah.
BNN berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkotika dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
Dukungan dari seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan untuk menciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba.
Sumber: Badan Narkotika Nasional (BNN),
Tinggalkan Balasan