Korban Banjir Langkahan Masih Tinggal di Huntara, Pemulihan Dinilai Belum Tuntas

Ditulis oleh

di

Korban Banjir Langkahan Masih Tinggal di Huntara, Pemulihan Dinilai Belum Tuntas
Seorang anak bermain di depan hunian sementara (huntara) korban banjir di Dusun Buket Seuntang, Desa Tanjong Dalam, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Selasa (21/4/2026). Warga terdampak hingga kini masih menanti pembangunan hunian permanen. Foto : Abdul Rafar / pasesatu

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Warga Dusun Buket Seuntang, Desa Tanjong Dalam, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hingga Selasa (21/4/2026) masih menempati hunian sementara (huntara) pascabanjir yang terjadi pada 26 November 2025.

Huntara yang dibangun di lokasi pengungsian tersebut terdiri atas deretan bangunan berdinding panel putih dengan fasilitas teras yang dilapisi rumput sintetis. Meski kondisi tempat tinggal sementara terlihat tertata, sebagian warga masih berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan hunian permanen.

Seorang warga setempat menyampaikan bahwa keberadaan huntara membantu kebutuhan tempat tinggal darurat, namun belum sepenuhnya menjawab kebutuhan jangka panjang para korban banjir.

“Untuk sementara memang sangat membantu, tetapi kami tetap berharap ada rumah permanen agar keluarga bisa kembali hidup lebih layak,” ujar salah seorang warga.

Anak-anak korban banjir terlihat masih beraktivitas di sekitar huntara. Sebagian dari mereka bermain di area teras yang telah dipasangi karpet rumput sintetis.

Namun, warga mengaku masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama terkait kenyamanan ruang, suhu udara di dalam bangunan, serta privasi antar keluarga.

Menurut warga, dinding panel yang tipis membuat suara dari satu unit mudah terdengar ke unit lainnya. Selain itu, kondisi cuaca panas pada siang hari turut memengaruhi kenyamanan penghuni.

Selain persoalan fasilitas, trauma akibat banjir juga masih dirasakan sebagian masyarakat, terutama saat hujan deras dan suara petir terdengar.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat mempercepat proses pembangunan hunian tetap agar masyarakat terdampak dapat kembali tinggal di rumah yang lebih aman dan layak.

Pemulihan pascabencana, menurut warga, tidak hanya sebatas penyediaan tempat tinggal sementara, tetapi juga kepastian relokasi atau pembangunan rumah permanen bagi keluarga terdampak.***

Penulis : Abdul Rafar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *