![]() |
| Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto mengungkapkan adanya over kapasitas di Lapas Kelas II B Kutacane, Aceh Tenggara, Aceh. Foto/Nur Khabibi. |
PASE SATU | JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kutacane, Aceh Tenggara, mengalami insiden pelarian narapidana pada Senin (10/3/2025) menjelang waktu berbuka puasa. Sebanyak 49 narapidana dilaporkan kabur dari lapas yang mengalami kelebihan kapasitas. Hingga saat ini, 14 orang telah berhasil diamankan, sementara 35 lainnya masih dalam pencarian.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, mengungkapkan bahwa Lapas Kutacane mengalami overkapasitas yang signifikan. Kapasitas ideal lapas tersebut hanya untuk 100 orang, namun saat ini dihuni oleh lebih dari 368 warga binaan.
“Overkapasitas ini menjadi salah satu faktor pemicu berbagai permasalahan, termasuk kaburnya puluhan tahanan. Saat ini, kami masih menyelidiki penyebab utama insiden tersebut,” ujar Agus di Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas juga memberikan perkembangan terbaru terkait pelarian ini. Kepala Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan, Rika Aprianti, menjelaskan bahwa kejadian ini berlangsung sekitar pukul 18.20 WIB. Para narapidana kabur ke arah area pedagang takjil yang berada di depan lapas.
Menurutnya, situasi di lapas telah berangsur kondusif sejak pukul 21.00 WIB. Kepala Lapas Kutacane telah memasuki blok hunian untuk berinteraksi langsung dengan para narapidana yang masih berada di dalam.
Penanganan insiden ini melibatkan berbagai pihak, termasuk petugas lapas, kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah. Bahkan, Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, turut hadir untuk berdialog dengan para warga binaan guna memastikan situasi tetap terkendali.
Selain itu, pengamanan di Lapas Kutacane kini diperketat dengan dukungan personel dari kepolisian dan TNI. Pihak berwenang masih terus melakukan pencarian terhadap para narapidana yang melarikan diri.
Sebelumnya, laporan awal menyebutkan bahwa jumlah napi yang kabur mencapai 50 orang. Namun, setelah dilakukan pendataan ulang, diketahui bahwa 12 orang telah tertangkap, sementara 38 lainnya masih dalam pengejaran.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Aceh, Yan Rusmanto, memastikan bahwa pencarian terhadap para tahanan buron akan terus dilakukan hingga mereka berhasil diamankan kembali.***

Tinggalkan Balasan