ACEH UTARA | PASESATU.COM — Warga Desa Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan krisis air bersih yang hingga kini masih menjadi persoalan serius di wilayah pesisir tersebut. Akibat kondisi itu, masyarakat terpaksa membeli air bersih seharga Rp7.000 per jerigen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Geuchik Desa Ulee Rubek Timu, Azhari, mengatakan sumber air yang tersedia di desa tersebut tidak layak untuk dikonsumsi karena memiliki kadar garam yang tinggi.
“Warga harus mengeluarkan uang untuk membeli air, Rp7.000 per jerigen,” kata Azhari saat ditemui di sela kunjungan kerja Ketua Umum Tim Pembina Posyandu, Rabu (29/4/2026).
Menurut dia, letak geografis desa yang berada di kawasan pesisir menyebabkan air sumur warga bercampur garam sehingga tidak dapat digunakan sebagai air minum maupun kebutuhan rumah tangga tertentu.
Kondisi tersebut menambah beban ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Dalam sehari, satu rumah tangga dapat membutuhkan beberapa jerigen air, sehingga biaya yang dikeluarkan setiap minggu hingga bulan menjadi cukup besar.
Azhari menuturkan, persoalan ini telah lama dikeluhkan warga dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya dalam pembangunan fasilitas air bersih yang memadai.
Ia berharap kunjungan kerja yang berlangsung di desa itu dapat menjadi momentum untuk menyampaikan langsung kebutuhan mendasar masyarakat kepada pihak terkait.
“Air bersih adalah kebutuhan pokok. Kami berharap ada solusi nyata agar warga tidak terus dibebani biaya membeli air setiap hari,” ujarnya.
Krisis air bersih di Desa Ulee Rubek Timu kembali menyoroti persoalan infrastruktur dasar di kawasan pesisir Aceh Utara, yang hingga kini masih memerlukan penanganan lebih lanjut dari pemerintah.***
Penulis : Abdul Rafar
Tinggalkan Balasan