Warkop di Perbatasan Aceh Mulai Lengkapi Fasilitas Nobar Sambut Piala Dunia 2026

Ditulis oleh

di


ACEH TIMUR | PASESATU.COM
– Sejumlah warung kopi (warkop) di wilayah perbatasan Aceh mulai mempersiapkan berbagai fasilitas untuk menyambut antusiasme masyarakat menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026. Persiapan tersebut dilakukan guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin mengikuti pertandingan secara nonton bareng (nobar).

Salah satu warkop yang melakukan persiapan tersebut adalah Halimon Caffe dan Resto yang berlokasi di Desa Tanjong Minjei, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.

Pemilik Halimon Caffe dan Resto, Azhari atau yang akrab disapa Pang Coleh, mengatakan pihaknya telah memasang layar tancap serta meningkatkan sejumlah fasilitas pendukung untuk menyambut perhelatan sepak bola terbesar di dunia itu.

“Kami sudah mulai melakukan promosi sejak beberapa waktu lalu. Flyer telah kami sebar dan beberapa kegiatan nobar juga sudah kami gelar sebagai pemanasan, termasuk saat pertandingan Liga Champions. Tujuannya agar masyarakat mengetahui bahwa nantinya pertandingan Piala Dunia 2026 dapat disaksikan bersama di Halimon Caffe dan Resto,” kata Pang Coleh, Rabu (10/6/2026) malam.

Selain promosi, pihaknya juga melakukan pembenahan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung selama berlangsungnya turnamen.

“Kami memasang layar tancap untuk kegiatan nobar. Selain itu, jaringan internet dan fasilitas Wi-Fi juga diperkuat agar pengunjung dapat menikmati pertandingan dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Menurut Pang Coleh, pihaknya juga berencana menghadirkan berbagai atribut dan merchandise bertema Piala Dunia guna menambah suasana meriah selama turnamen berlangsung.

Meski demikian, ia menilai pelaksanaan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menghadirkan tantangan tersendiri bagi pelaku usaha warkop di Aceh. Perbedaan waktu yang cukup signifikan diperkirakan membuat sebagian pertandingan berlangsung pada dini hari hingga pagi hari waktu Indonesia.

“Jadwal pertandingan kemungkinan akan berlangsung pada jam-jam yang tidak biasa bagi masyarakat di Aceh. Ada yang dimainkan dini hari dan ada juga yang berlangsung pagi hari. Ini tentu menjadi tantangan sekaligus pengalaman baru bagi para pecinta sepak bola,” katanya.

Kendati demikian, Pang Coleh tetap optimistis euforia Piala Dunia 2026 akan mampu menarik minat masyarakat untuk berkumpul dan menyaksikan pertandingan bersama. Ia berharap momentum tersebut dapat meningkatkan jumlah kunjungan pelanggan serta memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kuliner dan warung kopi di kawasan perbatasan Aceh.***

Penulis : Abdul Rafar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *