Harga Gabah Aceh Utara Rp7.400 per Kilogram, Selisih hingga Rp900 di Atas HPP

Ditulis oleh

di

Harga Gabah Aceh Utara Rp7.400 per Kilogram, Selisih hingga Rp900 di Atas HPP

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Harga Gabah Kering Panen (GKP) di Kabupaten Aceh Utara masih bertahan di kisaran Rp7.300 hingga Rp7.400 per kilogram. Harga tersebut tercatat lebih tinggi Rp800 hingga Rp900 per kilogram dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi petani karena memberikan peluang memperoleh pendapatan yang lebih baik dari hasil panen.

Berdasarkan pantauan di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Cot Girek dan Baktiya, Minggu (18/10/2026), harga gabah di tingkat petani masih berada di atas HPP. Dengan selisih tersebut, petani memperoleh harga jual sekitar 12,3 hingga 13,8 persen lebih tinggi dibandingkan patokan HPP.

Husaini, salah seorang petani di Kecamatan Tanah Jambo Aye, mengatakan harga gabah saat ini berkisar Rp7.300 hingga Rp7.400 per kilogram. Ia berharap harga tersebut dapat terus bertahan agar pendapatan petani tetap terjaga di tengah tingginya biaya produksi pertanian.

“Harapan kami, harga gabah tetap tinggi dan stabil. Biaya bertani sekarang tidak sedikit, mulai dari pupuk sampai biaya pengolahan lahan. Kalau harga jual bagus, setidaknya hasil panen bisa menutupi biaya produksi dan menjadi modal untuk musim tanam berikutnya,” ujar Husaini.

Menurutnya, selisih harga yang mencapai Rp800 hingga Rp900 per kilogram di atas HPP cukup berarti bagi petani. Jika harga tetap bertahan, penerimaan dari penjualan gabah dapat membantu petani memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mempersiapkan biaya untuk musim tanam selanjutnya.

Harapan serupa disampaikan Ishak, petani di Kecamatan Baktiya. Ia menilai harga gabah yang stabil dan tetap berada di atas HPP sangat penting untuk memberikan kepastian bagi petani dalam menjalankan usaha tani.

Bagi petani, mempertahankan harga gabah di atas HPP menjadi salah satu harapan utama, terutama ketika biaya pupuk, pengolahan lahan, dan kebutuhan produksi lainnya terus menjadi beban. Mereka juga khawatir harga akan turun ketika panen berlangsung serentak dan pasokan gabah meningkat di pasaran.

Meski harga saat ini lebih tinggi daripada HPP, besarnya keuntungan bersih petani tetap bergantung pada biaya produksi dan hasil panen masing-masing. Karena itu, kestabilan harga menjadi faktor penting agar penerimaan yang diperoleh benar-benar dapat menopang keberlanjutan usaha tani.

Petani berharap pemerintah dan pihak terkait terus menjaga stabilitas harga serta memastikan hasil panen terserap dengan harga yang layak. Dengan harga gabah yang bertahan Rp800 hingga Rp900 per kilogram di atas HPP, petani Aceh Utara berharap kesejahteraan mereka semakin membaik dan keberlanjutan produksi padi tetap terjaga.***

Editor : Syahrul Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *