Puskesmas Blang Glumpang Rujuk ODGJ asal Cot Patisah ke RSUD Cut Meutia

Ditulis oleh

di

Puskesmas Blang Glumpang Rujuk ODGJ asal Cot Patisah ke RSUD Cut Meutia

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Tim Puskesmas Blang Glumpang bersama unsur Muspika, geuchik, dan tokoh masyarakat mendampingi Abdul Hamid (35), warga Gampong Cot Patisah, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Cut Meutia, Lhokseumawe, Sabtu (10/10/2026).

Rujukan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa sekaligus upaya memastikan yang bersangkutan memperoleh pelayanan medis sesuai kebutuhannya.

Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Ainol Mardhiah, SKM., M.K.M., mengatakan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membutuhkan perhatian, pendampingan, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, gangguan kesehatan jiwa merupakan persoalan kesehatan yang memerlukan penanganan secara tepat. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak memberikan stigma atau mengucilkan orang yang mengalami kondisi tersebut.

Momentum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jiwa serta memastikan setiap orang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan perawatan yang layak.

“Yang mereka butuhkan bukan stigma dan pengucilan, tetapi perhatian, pendampingan dan pengobatan,” demikian semangat yang tercermin dalam kegiatan pendampingan tersebut.

Dalam proses rujukan Abdul Hamid, keterlibatan tenaga kesehatan, unsur Muspika, geuchik, dan tokoh masyarakat menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membantu warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu Abdul Hamid memperoleh penanganan medis lebih lanjut sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga dalam menghadapi persoalan kesehatan yang dialami anggota keluarganya.

Puskesmas Blang Glumpang juga berharap kepedulian terhadap kesehatan jiwa terus tumbuh di tengah masyarakat. Keluarga dan lingkungan sekitar diharapkan dapat berperan aktif dalam mengenali kebutuhan warga, memberikan dukungan, serta membantu mereka mengakses pelayanan kesehatan.

Melalui langkah tersebut, penanganan kesehatan jiwa diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan hak, martabat, dan penerimaan sosial setiap individu.

Sebab, orang dengan gangguan kesehatan jiwa membutuhkan perawatan dan dukungan, bukan pengucilan. Kepedulian bersama menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mereka memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Penanganan ODGJ Aceh Utara, Mawardi, yang akrab disapa Barona, mengatakan bahwa penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Mulai dari keluarga, aparatur gampong, tenaga kesehatan puskesmas, Bhabinkamtibmas, hingga Babinsa perlu bersinergi agar pasien mendapatkan pendampingan dan penanganan yang layak.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah Wa, dalam memberikan perhatian dan pelayanan kepada masyarakat dengan gangguan jiwa.

“Program ini harus melibatkan semua pihak, baik keluarga pasien, aparatur gampong, pihak puskesmas, Bhabinkamtibmas maupun Babinsa. Dengan kerja sama yang baik, penanganan pasien dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi,” ujar Barona.***

Editor : Syahrul Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *