![]() |
| Kondisi jalan di kompleks Terminal Kota Panton Labu, Aceh Utara. Foto Abdul Rafar/pasesatu.com |
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Sejumlah pedagang di kompleks Terminal Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan memprihatinkan, terutama saat hujan turun. Air merembes masuk ke dalam toko, sementara akses menuju tempat usaha terganggu akibat keberadaan bangunan baru. Kondisi tersebut membuat pembeli semakin sepi dan menambah beban pedagang yang kini juga menghadapi kenaikan biaya sewa toko.
Keluhan itu disampaikan Efendy, pemilik toko Mulia Ponsel, saat ditemui pada Selasa (27/10/2026). Ia mengatakan, kondisi kawasan terminal yang kurang mendukung aktivitas perdagangan semakin dirasakan sejak pembangunan bangunan baru mulai dikerjakan pada Juni 2025.
Menurut Efendy, jalan yang rusak dan air hujan yang merembes ke dalam toko mengganggu kenyamanan pedagang maupun pembeli. Ditambah akses di depan tempat usaha yang tertutup bangunan baru, masyarakat semakin kesulitan menjangkau toko-toko di kawasan tersebut.
“Sejak toko mulai terdampak pembangunan pada Juni 2025, pembeli semakin sulit datang. Banyak toko yang sudah pindah, padahal mereka sudah berjualan bertahun-tahun di sini,” ungkap Efendy.
Ia menggambarkan penurunan aktivitas jual beli yang semakin parah di tokonya.
“Sekarang jangankan HP, baterai pun tidak laku,” keluhnya.
Di tengah kondisi usaha yang semakin sepi, pedagang juga dibebani kenaikan biaya sewa tanah milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Efendy menyebutkan, tarif sewa yang sebelumnya Rp2.200.000 per tahun kini meningkat menjadi Rp7.250.000 per tahun, mulai tahun ini.
Kenaikan tersebut dinilai semakin memberatkan karena tidak diimbangi dengan kondisi lingkungan usaha yang memadai. Saat pendapatan terus menurun akibat berkurangnya pembeli, biaya sewa justru meningkat.
Efendy mengatakan, sejumlah pedagang yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup di kompleks terminal tersebut terpaksa pindah karena kesulitan mempertahankan usaha mereka.
Para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera memperhatikan kondisi jalan di kompleks Terminal Kota Panton Labu, terutama terkait perbaikan jalan rusak, penanganan genangan dan rembesan air hujan, serta pembenahan akses menuju toko.
Mereka juga berharap dampak pembangunan terhadap aktivitas perdagangan dievaluasi dan kebijakan kenaikan tarif sewa mendapat perhatian pemerintah daerah.
Menurut para pedagang, perbaikan infrastruktur dan penataan kawasan sangat diperlukan agar akses pembeli kembali terbuka, lingkungan usaha lebih nyaman, dan kegiatan perdagangan dapat berjalan normal.
Bagi mereka, kompleks Terminal Kota Panton Labu bukan sekadar tempat mencari keuntungan, melainkan sumber penghidupan keluarga yang telah dipertahankan selama bertahun-tahun. Mereka berharap pembangunan kawasan tidak mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat kecil.***
Editor : Syahrul Usman

Tinggalkan Balasan