ACEH TIMUR | PASESATU.COM – Pemerintah Gampong Pante Merbo, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun anggaran 2025 kepada 29 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pada Kamis (29/5/2025).
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di balai desa setempat dan dilakukan secara tunai. Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp300.000 untuk bulan Mei 2025, dengan total anggaran yang disalurkan mencapai Rp8.700.000.
Keuchik Gampong Pante Merbo, M. Ali, pada Minggu (01/06/2025), menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tepat sasaran. Penerima bantuan diprioritaskan kepada warga yang tergolong miskin ekstrem, termasuk mereka yang mengalami kondisi kesehatan kronis atau masuk dalam kategori rentan secara sosial dan ekonomi.
“BLT ini diberikan kepada warga yang benar-benar layak menerima, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Kami memastikan data penerima diverifikasi dengan cermat agar bantuan tepat sasaran,” ujar Keuchik Ali.
Pemerintah gampong juga memberikan perhatian khusus kepada penerima yang tidak dapat hadir langsung ke lokasi penyaluran, seperti penyandang disabilitas dan lansia. Dalam hal ini, perangkat desa melakukan penyaluran secara door to door ke rumah masing-masing penerima manfaat.
“Jika ada warga yang tidak bisa datang karena kondisi kesehatan atau faktor usia, kami yang akan mengantar langsung bantuannya. Ini agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” tambah Keuchik Ali.
Program BLT-DD ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Banyak warga merasa terbantu dalam mencukupi kebutuhan dasar sehari-hari, seperti membeli bahan pokok dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Kami berharap bantuan ini digunakan sebaik mungkin, terutama untuk kebutuhan penting seperti membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya. Mudah-mudahan bisa meringankan beban hidup warga,” pesan Keuchik Ali di akhir wawancaranya.
Program BLT Dana Desa merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi dampak ekonomi di tingkat desa, sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.(*)
Tinggalkan Balasan