ACEH UTARA | PASESATU.COM – Para siswa terdampak bencana angin kencang di SD Negeri 2 Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, terpaksa mengikuti ujian dengan sistem paralel setelah tenda belajar yang digunakan mengalami kerusakan akibat diterpa angin.
Kepala SD Negeri 2 Langkahan, Rusli, mengatakan kondisi tersebut memaksa pihak sekolah melakukan penyesuaian agar pelaksanaan ujian tetap berjalan tanpa mengganggu hak siswa untuk mengikuti proses evaluasi belajar.
“Karena tenda belajar diterpa angin, kami terpaksa melaksanakan ujian secara paralel dengan memanfaatkan ruang yang tersedia agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian,” ujar Rusli, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, keterbatasan sarana belajar pascabencana menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah. Meski demikian, para guru berupaya maksimal agar proses pendidikan tetap berlangsung dengan baik dan para siswa tidak kehilangan kesempatan belajar maupun mengikuti ujian.
Rusli berharap adanya perhatian dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu penyediaan sarana belajar yang lebih layak bagi para siswa. Pasalnya, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat penggunaan tenda belajar sangat rentan mengalami kerusakan.
Di tengah keterbatasan yang ada, semangat para siswa untuk mengikuti ujian tetap tinggi. Mereka tetap hadir dan mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan tertib meskipun harus belajar dan beraktivitas dalam kondisi yang serba darurat.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata perjuangan dunia pendidikan di daerah terdampak bencana, di mana guru dan siswa harus beradaptasi dengan berbagai keterbatasan demi menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar.***
Penulis : Abdul Rafar
Tinggalkan Balasan