Hunian Layak untuk Guru: Apresiasi atas Dedikasi Mencerdaskan Bangsa
Font Terkecil
Font Terbesar
Dalam momen tersebut, H. Fadhlullah bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh menyerahkan secara simbolis replika kunci rumah kepada tiga guru sebagai bentuk penghargaan serta dukungan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik di Aceh. Program perumahan subsidi ini bertujuan untuk menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi para pendidik, khususnya di wilayah Aceh.
Menurut Fadhlullah, pendidikan merupakan elemen fundamental dalam pembangunan bangsa, sementara guru adalah pilar utama yang memastikan keberlangsungan pendidikan yang berkualitas. Tanpa dukungan dari tenaga pendidik yang berdedikasi, pencapaian standar pendidikan yang baik akan sulit terwujud. Oleh karena itu, pemberian fasilitas tempat tinggal yang layak bagi guru adalah wujud apresiasi atas pengabdian mereka.
"Dengan memiliki rumah yang dekat dengan tempat tugas, para guru dapat lebih fokus dalam menjalankan perannya mencerdaskan anak bangsa tanpa terbebani masalah tempat tinggal," ujar Fadhlullah.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang telah berkomitmen menyediakan perumahan subsidi bagi guru. Wagub berharap inisiatif ini terus berkembang sehingga lebih banyak tenaga pendidik yang bisa mendapatkan manfaatnya.
Sebagai bagian dari program nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 20.000 unit rumah subsidi di berbagai wilayah di Indonesia dengan anggaran Rp 3,4 triliun. Program ini diperuntukkan bagi PNS, PPPK, tenaga honorer, dan guru swasta dengan penghasilan maksimal Rp 7 juta bagi yang belum menikah dan Rp 8 juta bagi yang sudah menikah. Aceh menjadi salah satu wilayah yang mendapat alokasi pembangunan rumah dalam skema ini.
Di Aceh, acara ini turut dihadiri oleh Direktur Pembiayaan Perumahan Pedesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Raden An An Andri Hikmah, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, Kepala Dinas Perkim Aceh, T. Aznal Zahri, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, serta Branch Manager BTN Syariah Banda Aceh, Muhadi Eko Putra.***